Kamis, 24 Maret 2011

Puisi ANISA (Wanita)


ANISA ( Wanita)

Wanita, Anisa……
Tercipta menemani peria
Melengkapi kekurangannya
Mengingatkan pria akan kesalanhan dan hilafnya
Mengingatkan pria atas kebesaran sang maha kuasa

Wanita, Anisa……
Tercipta dari rusuk sebelah kiri
Tuk kita dampingi
Tuk kita sayangi
Bukan kita sakiti
Sebagai laki-laki

Wanita, Anisa……
Tercipta dengan diberi keindahan
Namun bukan untuk diumbar
Bukan untuk disebar
Melainkan harus tertutupi

Wanita, Anisa…….
Tercipta dengan kemulyaan dari-Nya
Tersirat dalam lafadz-lafadz Nya

“Sayanggilah dan hormatilah wanita, untuk yang sudah berkluarga sayanggilah istrinmu dan juga ibumu, bagi anak-anak dan remaja sayangilah Ibumu yang telah membesarkanmu”
By : Haris Basyari P

SOP Pemasangan Kateter Wanita

PEMASANGAN KATETER WANITA
STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR
PENGERTIAN Memasukkan selang karet atau plastic melalui uretra dan kedalam kandung kemih pada wanita
TUJUAN
  1. Menghilangkan distensi kandung kemih
  2. Mengosongkan kandung kemih secara lengkap
KEBIJAKAN
  1. Retensi urine
  2. Kesadaran menurun
  3. Incontinencia urine total
PETUGAS Perawat
PERALATAN
  1. Bak instrument steril berisis:
  2. Pinset anatomis
  3. Duk
  4. Kassa
  5. Kateter sesuai ukuran
  6. Sarung tangan steril 2 pasang
  7. Desinfektan dalam tempatnya
  8. Spuit 20 cc
  9. Pelumas
  10. Urine bag
  11. Plaster dan gunting
  12. Selimut mandi
  13. Perlak dan pengalas
  14. Bak berisis air hangat, waslap, sabun, handuk
  15. Bengkok
  16. Pispot
PROSEDUR PELAKSANAAN
  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan pengecekan program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan alat
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
  3. Tahap Kerja
    1. Memasang sampiran dan menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbanent  dan melepaskan pakaian bawah
    3. Memasang perlak dan pengalas
    4. Memasang pispot dibawah bokong pasien
    5. Memakai sarung tangan
    6. Mencuci area perineal dengan sabun dan air hangat
    7. Mengganti sarung tangan steril, memasang duk steril
    8. Membersihkan vulva dengan air hangat
    9. Memberi pelumas 2,5 – 5 cm
    10. Memasukkan kateter perlahan-lahan sedalam 5 – 7,5 cm atau hingga urine keluar
    11. Menyambungkan kateter dengan urine bag
    12. Mengisis balon dengan Aquadest sesuai ukuran
    13. Memfiksasi kateter kearah paha
    14. Melepas duk, pengalas dan sarung tangan
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan yang baru dilakukan
    2. Merapikan pasien dan lingkungan
    3. Berpamitan dengan klien
    4. Membereskan alat-alat dan kembalikan alat ketempat semula
    5. Mencuci tangan
    6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN
PEMASANGAN KATETER WANITA
No
ASPEK YANG DINILAI
BOBOT
NILAI
0
1
2
A
ALAT




1
Bak instrument steril berisis:
1



2
Pinset anatomis
0,5



3
Duk
0,5



4
Kassa
0,5



5
Kateter sesuai ukuran
0,5



6
Sarung tangan steril 2 pasang
1



7
Desinfektan dalam tempatnya
0,5



8
Spuit 20 cc
0,5



9
Pelumas
0,5



10
Urine bag
0,5



11
Plaster dan gunting
1



12
Selimut mandi
0,5



13
Perlak dan pengalas
0,5



14
Bak berisis air hangat, waslap, sabun, handuk
1



15
Bengkok
0,5



16
Pispot
0,5



B
Tahap Pra Interaksi




1
Melakukan Verifikasi data sebelumnya bila ada
1



2
Mencuci tangan
1



3
Membawa alat di dekat pasien dengan benar
2



C
Tahap Orientasi




1
Memberikan salam dan menyapa nama pasien
1



2
Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
2



3
Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
1



D
Tahap kerja




1
Memasang sampiran dan menjaga privacy
1



2
Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbent dan melepaskan pakaian bawah
1



3
Memasang perlak dan pengalas
1



4
Memasang pispot dibawah bokong pasien
1



5
Memakai sarung tangan
2



6
Mencuci area perineal dengan sabun dan air hangat
2



7
Mengganti sarung tangan steril dan memasang duk steril
2



8
Membersihkan vulva dengan air hangat
3



9
Memberi pelumas 2,5 – 5 cm
3



10
Memasukkan kateter perlahan-lahan sedalam 5 – 7,5 cm atau hingga urine keluar
4



11
Menyambungkan kateter dengan urine bag
1



12
Mengisis balon dengan aquadest sesuai ukuran
1



13
Memfiksasi kateter kearah paha
2



14
Melepas duk, pengalas dan sarung tangan
2



E
Tahap Terminasi




1
Melakukan evaluasi hasil tindakan
1



2
Berpamitan dengan pasien
1



3
Merapikan  alat dan mengembalikan ke tempat semula
1



4
Mencuci tangan
1



5
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
1




TOTAL
50



SOP Pemasangan Kateter Pria


PEMASANGAN KATETER PRIA
STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR
PENGERTIAN Memasukkan selang karet atau plastic melalui uretra dan kedalam kandung kemih
TUJUAN
  1. Menghilangkan distensi kandung kemih
  2. Penatalaksanaan kandung kemih inkopeten
  3. Mendapatkan urine steril
  4. Mengosongkan kandung kemih secara lengkap
KEBIJAKAN
  1. Kandung kemih inkopeten
  2. Prostat hipertrofi
PETUGAS Perawat
PERALATAN
  1. Bak instrument steril berisis: pinset anatomis, duk, kassa
  2. Kateter sesuai ukuran
  3. Sarung tangan steril 2 pasang
  4. Desinfektan dalam tempatnya
  5. Spuit 20 cc
  6. Pelumas
  7. Urine bag
  8. Plaster dan gunting
  9. Selimut mandi
  10. Perlak dan pengalas
  11. Bak berisis air hangat, waslap, sabun, handuk
  12. Bengkok
PROSEDUR PELAKSANAAN
  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan pengecekan program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
  3. Tahap Kerja
    1. Memasang sampiran dan menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbanent  dan melepaskan pakaian bawah
    3. Memasang perlak, pengalas dan selimut mandi
    4. Memakai sarung tangan
    5. Membersihkan genetalia dengan air hangat
    6. Mengganti sarung tangan steril, memasang duk steril
    7. Memberi pelumas pada ujung kateter
    8. Mengarahkan penis ke atas
    9. Memasukkan kateter perlahan-lahan sedalam 15 – 23 cm atau hingga urine keluar
    10. Menyambungkan kateter dengan urine bag
    11. Mengisis balon dengan Aquadest sesuai ukuran
    12. Memfiksasi kateter kearah atas / perut
    13. Melepas duk, pengalas dan sarung tangan
    14. Mengganti selimut mandi dengan selimut klien
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Merapikan pasien dan lingkungan
    3. Berpamitan dengan klien
    4. Membereskan alat-alat dan kembalikan alat ketempat semula
    5. Mencuci tangan
    6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN
PEMASANGAN KATETER PRIA

No
ASPEK YANG DINILAI
BOBOT
NILAI
0
1
2
A
ALAT




1
Bak instrument steril berisis:
1



2
Pinset anatomis
0,5



3
Duk
0,5



4
Kassa
0,5



5
Kateter sesuai ukuran
0,5



6
Sarung tangan steril 2 pasang
1



7
Desinfektan dalam tempatnya
0,5



8
Spuit 20 cc
0,5



9
Pelumas
1



10
Urine bag
0,5



11
Plaster dan gunting
1



12
Selimut mandi
0,5



13
Perlak dan pengalas
0,5



14
Bak berisis air hangat, waslap, sabun, handuk
1



15
Bengkok
0,5



B
Tahap Pra Interaksi




1
Melakukan Verifikasi data sebelumnya bila ada
1



2
Mencuci tangan
1



3
Membawa alat di dekat pasien dengan benar
2



C
Tahap Orientasi




1
Memberikan salam dan menyapa nama pasien
1



2
Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
2



3
Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
1



D
Tahap kerja




1
Memasang sampiran dan menjaga privacy
1



2
Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbent dan melepaskan pakaian bawah
2



3
Memasang perlak dan pengalas
1



4
Memakai sarung tangan
2



5
Membersihkan genetalia dengan air hangat
2



6
Mengganti sarung tangan steril dan memasang duk steril
2



7
Memberi pelumas pada ujung kateter
3



8
Mengarahkan penis keatas
3



9
Memasukkan kateter perlahan-lahan sedalam 15 – 23 cm atau hingga urine keluar
4



10
Menyambungkan kateter dengan urine bag
1



11
Mengisis balon dengan aquadest sesuai ukuran
3



12
Memfiksasi kateter kearah atas / perut
2



13
Melepas duk, pengalas dan sarung tangan
1



E
Tahap Terminasi




1
Melakukan evaluasi hasil tindakan
1



2
Berpamitan dengan pasien
1



3
Merapikan  alat dan mengembalikan ke tempat semula
1



4
Mencuci tangan
1



5
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
1




TOTAL
50



SOP pemasangan NGT



PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)
STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR
PENGERTIAN Memasang slang / pipa khusus melalui saluran pencernakan atas secara langsung yang berakhir di lambung
TUJUAN
  1. Memasukkan makanan, obat pasien yang tidak bisa makan melalui mulut
  2. Mencegah distensi gaster
  3. Melakukan bilas lambung
  4. Mengambil spesimen asam lambung untuk diperiksa di laboratorium
KEBIJAKAN
  1. Pasien yang tidak dapat makan melalui mulut
  2. Pasien yang Illeus atau Peritonitis trauma abdoment (untuk dekompresi
  3. Pasien perdarahan lambung/bilas lambung
PETUGAS Perawat
PERALATAN
  1. Slang NGT
  2. Klem
  3. Spuit 10 cc
  4. Stetoskop atau gelas berisi air matang
  5. Plester & gunting
  6. Kain kassa
  7. Pelumas (jelly)
  8. Perlak atau pengalas
  9. Bengkok
  10. Sarung tangan
PROSEDUR PELAKSANAAN
  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan pengecekan program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler atau fowler (jika tidak ada kontra indikasi
    3. Memakai sarung tangan
    4. Membersihkan lubang hidung pasien
    5. Memasang pengalas diatas dada
    6. Mengukur panjang NGT dan memberi tanda (dari prosessus xipoideus ke hidung dan belok ke daun telinga)
    7. Mengolesi ujung NGT dengan jelly sesuai panjang NGT yang akan di pasang
    8. Mengatur pasien pada posisi fleksi kepala, dan masukkan perlahan ujung NGT melalui hidung (bila pasien sadar menganjurkan pasien untuk menelan ludah berulang-ulang)
    9. Memastikan NGT masuk kedalam lambung dengan cara: menginspirasi NGT dengan spuit atau memasukkan udara 10 cc sambil di auskultasi di region lambung atau memasukkan kedalam gelas berisi air)
    10. Menutup ujung NGT dengan spuit/klem atau disesuaikan dengan tujuan pemasangan
    11. Melakukan fiksasi NGT di depan hidung dan pipi
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Berpamitan dengan klien
    3. Membereskan alat-alat
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN
PEMASANGAN NGT

No
ASPEK YANG DINILAI
BOBOT
NILAI
0
1
2
A
ALAT




1
Slang NGT
2



2
Klem
1



3
Spuit 10 cc
1



4
Stetoskop atau gelas berisi air matang
1



5
Plester & gunting
1



6
Kain kassa
1



7
Pelumas (jelly)
1



8
Perlak atau pengalas
1



9
Bengkok
1



10
Sarung tangan
1



B
Tahap Pra Interaksi




1
Melakukan pengecekan program terapi
2



2
Mencuci tangan
1



3
Membawa alat di dekat pasien
1



C
Tahap Orientasi




1
Memberikan salam dan menyapa nama pasien
1



2
Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
2



3
Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
1



D
Tahap kerja




1
Menjaga privacy
1



2
Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler atau fowler (jika tidak ada kontra indikasi
1



3
Memakai sarung tangan
1



4
Membersihkan lubang hidung pasien
1



5
Memasang pengalas diatas dada
1



6
Mengukur panjang NGT dan memberi tanda (dari prosessus xipoideus ke hidung dan belok ke daun telinga)
7



7
Mengolesi ujung NGT dengan jelly sesuai panjang NGT yang akan di pasang
3



8
Mengatur pasien pada posisi fleksi kepala, dan masukkan perlahan ujung NGT melalui hidung (bila pasien sadar menganjurkan pasien untuk menelan ludah berulang-ulang)
6



9
Memastikan NGT masuk kedalam lambung dengan cara: menginspirasi NGT dengan spuit atau memasukkan udara 10 cc sambil di auskultasi di region lambung atau memasukkan kedalam gelas berisi air)
6



10
Menutup ujung NGT dengan spuit/klem atau disesuaikan dengan tujuan pemasangan
1



11
Melakukan fiksasi NGT di depan hidung dan pipi
1



12
Merapikan pasien
1



E
Tahap Terminasi




1
Melakukan evaluasi tindakan
1



2
Berpamitan dengan klien
1



3
Membereskan  alat-alat
1



4
Mencuci tangan
1



5
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
1




TOTAL
50



Selasa, 22 Maret 2011

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MEMANDIKAN KLIEN

1. Bantu pilihan klien untuk praktik mandi ,frekuensi mandi ,waktu yang disukai ,jenis produk kebersihan yang digunakan
R : meningkatkan partisipasi dan perasaan nyaman
2. Pertimbngkan kondisi klien dan ulangi perintah untuk tindakan pencegahan yang
memperhatikan perpindahan atau pengaturan posisi klien
R : mencegah cedera yang tidak disengaja pada klien selama mandi
3. Jelaskan prosedur dan tanya klien saran atau cara mempersiapkan bahan-bahan
R : meningkatkan kerja sama dan partisipasi klien
4. Atur penggunaan fasilitas jika mandi pribadi tidak tersedia
R : mencegah menunggu yang tidak diperlukan yang dapat menyebabkan kelelahan
5. Atur temperature dan ventilasi dan tutup pintu ruangan maupun jendela ,tutup gorden
sekitar tempat tidur
R : mencegah kehilangan panas tubuh secara cepat selama mandi ,pastikan privasi
6. Siapkan peralatan dan bahan yang diperlukan :
a. dua handuk mandi
b. dua waslap badan
c. baskom mandi
d. sabun dan tempat sabun
e. selimut mandi atau penutup
f. baju atau puyama bersih
g. alat Bantu higienis, missal ; pelembab kulit deodoran dan bedak
h. urinal dan kertas toilet
i. keranjang linen atau tas laundry
j. sarung tangan sekali pakai
k. linen tempat tidur ( tambahan )
R : pisahkan handuk dan waslap yang digunakan untuk wajh klien dan tubuh untuk
menambah perasan bersih , handuk mandi mempertahankan kehangatan klien selama
prosedur ,,mencegah kontak dengan sekresi tubuh yang potensial terinfeksi
Cara Kerja :
7. Tawarkan klien bedpan atau urinal ,sediakan handuk dan lap badan untuk klien
R : klien akan merasa lebih nyaman setelah berkemih ,mencegah interupsi selama
mandi
8. Cuci tangan , pilihan : gunakan sarung tangan jika ada drainase pada kulit
R : mengurangi transmisi mikroorganisme
9. Rendahkan rel samping yang terdekat pada perawat dan bantu klien untuk mengambil
posisi yang nyaman untuk mempertahankan kesejajaran tubuh
R : membantu perawat akses pada klien , memelihara kenyamanan pada klien
10. Bawa klien kea rah sisi terdekat perawat , letakan tempat tidur pada posisi yang tinggi
R : perawat tidak harus menjangkau seberang tempat tidur sehingga meminimalkan
ketegangan pada otot belakang
11. Longgarkan penutup atas pada kaki tmpat tidur .letakan selimut mandi di atas sprei atas
.lipat dan pindahkan sprei atas dari bawah selimut ,jika memungkinkan ,klien
memegang selimut mandi ketika perawat menarik sprai
R : mengangkat linen sebelah atas mencegahnya kotor atau basah selama mandi
.selimut memberikan kehangatan dan privasi
12. Jika spray atas digunakan kembali , lipat untuk penempatan kembali , jika tidak ,
letakan ditas laundry , jaga untu tidak memperbolehkan linen kontak dengan seragam
perawat
R : pembuangan yang tepat mencegah transmisi mikroorganisme
13. Pindahkan piyama atau pakaian klien selama menjaga privasi .jika ekstremitas
mengalami cedera atau mengalami penurunan mobilisasi , mulai melepaskan dari sisi
yang tidak sakit , jika klien dipasang selang intravena ( IV ) , lepaskan pakaian dari
tangan yang tanpa IV pertama kali
14. Tarik rel sisi ke atas . isi bak mandi dengan air hangat dua pertiga penuh .katakan pada
klien untuk meletakan jarinya dalam air untuk mengetes temperature ,tambahan :
letakan wadah plastic lotion mandi dalam ir mandi ,
R: meninggikan penghlang tempat tidur memelihara keselamatan ketika perwat
meninggalkan tempat tidur ,air hangat meningkatkan kenyamanan dan mencegah
kedinginan .pengujian suhu mencegah luka bakar yang tidak disengaja pada kulit
klien
15. Rendahkan rel sisi .pindahkan bantal jika dizinkan dan angkat kepala tempat tidur 30-
45 o .letakan handuk mandi dibawah kepala klien
R : memindahkan bantal lebih memudahkan dalam membersihkan telinga dan leher
klien ,penempatan handuk mencegah linen tempat tidur kotor .
16.Letakan handuk mandi di atas dada klien
R : mencegah selimut mandi kotor dan memudahkan akses ke handuk
17. Lipat lap badan sekitar jari tangan untuk membentuk sarung tangan ,celupkan bentuk
sarung tangan dalam air dan peras secara keseluruhan
R : bentuk sarung tangan menahan air dan panas lebih baik dari pada waslap yang
dibiarkan terlepas , jaga agar ujung dingin dari mengenai kulit , mencegah
kecipratan.
18. Cuci mata klien dengan air hangat biasa , gunakan bagian yang berbeda dari bentuk
sarung tangan untuk mengurangi transmisi infeksi .pindahkan bentuk sarung tangan
dari dalam dan luar kantus . Rendam enkrutasi kelopak mata untu 2-3 menit dengan
lap lembab sebelum melepaskan , keringkan keseluruhan mata dengan lembut
R : membersihkan mata dari kanthus sebelah dalam ke sebelah luar mencegah
sekresi masuk duktus nasolakrimalis .tekanan dapat menyebabkan cedera
internal
19. Tanya klien tentang pilihan dalam penggunaan sabun untu muka ,cuci , bilas dan
keringkan jidat ,pipi,hidung , leher dan telinga dengan baik .( laki-laki mungkin
berharap untuk mencukur pada langkah ini atau sesudah mandi )
R : sabun cenderung akan mengeringakn wajah lebih cepat karena wajah lebih
terpapar dengan udara dari pada bagian tubuh yang lain
20. Pindahkan selimut mandi dari tangan klien yang terdekat , letakan handuk mandi
memanjang dibawah tangan
R : mencegah tempat tidur kotor
21. Mandikan tangan dengan sabun dan air dengan gerakan yang panjang dan tegas dari
area distal keproksimal ( jari –jari ke aksila ) .angkat dan sokong lengan ke atas
kepala ketika membersihkan aksila dengan teliti
R : sabun menurunkan tegangan permukaan dan memfasilitasi pengangkatan debris
dan bakteri ketika menggunakan friksi selama mandi , gosokan yang panjang dan
tegas menstimulasi sirkulasi , pergerakan lengan membuka aksila dan melatih
sendi gerak normal
22. Bilas dan keringkan keseluruhan lengan dan aksila , jika klien menyukai , gunakan
deodorant atau bedak tabur
R : sisa alkalin dari sabun mengurangi pertumbuhan bakteri kulit yang normal
,kelembaban yang berlebihan menyebabkan maserasi atau pelunakan kulit ,
deodorant mengontrol bau badan
23 Lipat selimut mandi menjadi setengah dan letakan ditempat tidur disamping klien ,
letakan Waskom pada handuk .rendam tangan klien ke dalam air .tambahan : biarkan
tangan terendam selama 3-5 menit sebelum membersihkan tangan dan kuku jari
.pindahkan Waskom dan keringkan tangan dengan baik .tinggikan penghalang tempat
tidur dan pindah kesisi lain tempat tidur
R : perendaman melunakan kutikla dan kalus tangan dan menghilangkan debris
dibawah kuku .perendaman juga meningkatkan perasaan bersih .pengeringan yang
merata kelembaban di antara jari
24. Turunkan penghalang tempat tidur dan ulangi langkah 20-23 untuk lengan yang lain
25. Periksa suhu air mandi dang anti air jika perlu . (jangan biarkan pagar tempat tidur
tidak terpasang jika ada resiko jatuh )
R :penggunaan air hangat memelihara kenyamanan klien
26. Tutupi dada klien dengan handuk mandi dan lipat selimut mandi sampai ke umbilicus
R : mencegah paparan bagian tubuh yang tidak perlu
27. Dengan satu tangan , angkat ujung handuk dari atas dada.dengan tangan menggunakan
waslap , bersihkan dada dengan gerakan tegas dan panjang , berikan perhatian khusus
untuk membersihkan lipatan kulit di bawah payudara klien wanita , angkat payudara
jika perlu ,pelihara dada tetap tertutup selama periode pembersihan dan pembilasan
.keringkan dengan baik .
R : mempertahankan kehangatan dan privasi .sekesi dan kotoran berkumpul dengan
mudah didaerah lipatan kulit yang rapat
28. Letakan handuk mandi memanjang di atas dada dan abdomen . ( dua handuk mungkin
diperlukan ) .lipat selimut ke bawah tepat di atas region pubis
R : mencegah kedinginan dan dan terpaparnya bagian tubuh
29. Dengan satu tangan , angkat handuk mandi , dengan tangan berwaslap , bersihkan
abdomen , beri perhatian khusus untuk membersihkan umbilicus dan lipatan
abdomen .gosok dari sisi ke sisi . jaga abdomen tetap tertutup selama pembersihan
dan pembilasan , keringkan dengan baik ,
R : kelembaban dan sediment yang terkumpul pada lipatan kulit mempredisposisikan
maserasi dan iritasi kulit klien
30. Kenakan pakaian atau piyama bersih . jika satu ekstremitas cedera atau imobilisasi ,
selalu pakaikan yang sakit lebih dahulu . ( langkah ini dapat dihilangkan sampai
penyelasaian mandi ; baju jangan menjadi basah selama sisa mandi )
R : mempertahankan kenyamanan dan kehangatan klien . memakai baju pada sisi
yang terpengaruh lebih dahulu memanipulasi baju pada bagian tubuh yang
lain dengan penurunan rentang gerak
31. Tutupi dada dan abdomen dengan bagian atas selimut mandi .buka kaki yang jauh
dengan melipat selimut sepanjang garis tengah . pastikan perineum tertutup
R : mencegah pemaparan yang tidak perlu
32. Tekuk lutut klien dengan meletakan tangan anda dibawah tungkai , saat memegang
tumit klien , tinggikan tungkai dari matras sedikit dan geserkan handuk mandi
memanjang di bawah tungkai
R: mencegah linen tempat tidur kotor , mendukung sendi dan ekstremitas selama
pengangkatan mencegah ketegangan pada struktur muskuloskletal
33. Minta klien untuk menahan kaki tidak bergerak , letakan Waskom mandi di atas
handuk dan amankan posisinya di samping kaki yang akan dicuci
R : pergerakan yang tiba –tiba pada klien dapat menyebabkan tumpahnya air mandi (
langkah ini dihilangkan bila klien tidak dapat menahan kakinya dibaskom)
34. Dengan satu tangan yang menyokong tungkai bawah pada daerah sendi , angkat kaki
dan geser Waskom di bawah kaki yang di angkat , pastikan kaki diletakan kuat
dibawah dasar Waskom. Tambahan : biarkan kaki terendam selama perawat
membersihkan tungkai
R : pengaturan posisi kaki yang tepat mencegah tekanan pada ujung baskom
terhadap tumit , perendaman melunakan kalus dan dan kulit kasar ( catatan :
jika klien tidak data menahan kaki pada baskom , jangan direndam , cukup
dcuci dengan waslap )
35. Kecuali ada kontra indikasi , gunakan gosokan yang panjang , tegas dalam
membersihkan dari mata kaki ke lutut dan dari lutut ke paha . keringkan dengan baik
, berikan pelembab pada kulit jika perlu .
R : meningkatkan arus balik vena .gosokan yang panjang , dan tegas tidak digunakan
pada klien yang mengalami klot darah .jaga epidermis terlubrikasi
36. Bersihkan kaki ,pastikan untuk membersihkan di antara jari kaki , bersihkan dan
potong kuku jika perlu .keringkan dengan baik , jika kulit kering gunakan lotion
R : sekresi dan kelembapan mungkin ada di antara jari kaki . lotion membantu
Manahan kelembapan dan melunakan kulit
37. Tinggikan penghalang tempat tidur dan pindahkan kesisi lain tempat tidur .turunkan
penghalang tempat tidur . ulangi langkah 31-36 untuk tungkai dan kaki yang lain
38. Tutupi klien dengan selimut mandi , tinggikan penghlang samping tempat tidur untuk
keamanan klien dang anti air mandi
R : masuk ke dalam suhu air selama mandi menyebabkan kedinginan . air bersih
mengurangi transmisi mikroorganisme
39. Turunkan penghalang tempat tidur , Bantu klien untuk posisi prone atau berbaring
miring ( sesuai yang dapat diaplikasikan ) . letakan handuk sepanjang sisi klien
R : membuka bagian belakang dan bokong untuk mandi
40. Jaga klien tetap tertutup dengan meletakan selimut di atas bahu dan paha
R : mempertahankan kehangatan dan mencegah pembukaan yang tidak perlu
41. Kenakan sarung tangan sekali pakai ( jika tidak dilakukan pada langkah 8 )
R : mencegah kontak dengan mikroorganisme di dalam sekresi tubuh
42. Bersihkan , bilas , dari keringkan punggung dari leher ke koksigis menggunakan
gosokan yang panjang dan tegas .beri perhatian khusus pada lipatan pantat dan anus .
berikan gosokan punggung . pindah dari anterior ke posterior
R : arah ini bergerak dari arah bersih kekontaminasi .lipatan kulit dekat bokong dan
anus mungkin mengandung sekresi fekal yang merupakan tempat mikriorganisme
43. Ganti air mandi dan waslap
R : mencegah transfer mikroorganisme dari anal ke genitalia
44. Bantu klien untuk posisi baring miring atau supine . tutupi dada dan ektremitas atas
dengan handuk dan ekstremitas bawah dengan selimut mandi .buka hanya genitalia (
jika klien dapat membantu , menutupi seluruh tubuh dengan selimut mandi lebih
disukai ). Bersihkan ,bilas, dan keringkan perineum . beri perhatian khusus pada l
ipatan kulit . gunakan cairan ointment repellant . pada daerah yang terpapar dengan
kelembaban .
R : mempertahankan privasi klien yang mampu melakukan mandi sebagian biasanya
lebih menyukai membersihkan genitalia mereka sendiri . genitalia merupakan
tempat akumulasi sekresi dan kelembapan . ointment mengangkat cairan ( mis
A&D , pericare ) melindungi kulit dari kelembapan
45. Buang sarung tangan pada tempatnya dan cuci tangan
R: mencegah transmisi mikroorganisme
46. Gunakan lotion tubuh tambahan atau minyak jika diinginkan
: lotion pelembab mencegah kulit kering dan bersisik
47. Bantu klien berpakaian
48. Sisir rambut klien . wanita mungkin ingin memakai tatarias
R : mempertahankan citra diri klien
49. Rapikan linen tempat tidur klien
R : menyediakan lingkungan yang bersih
50. Pindahkan linen kotor dan letakan di dalam keranjang linen kotor . bersihkan dan
letakan kembali peralatan mandi . tinggalkan ruangan sebersih dan senyaman
mungkin
R : mencegah transmisi infeksi , meningkatkan kenyamanan , meningkatkan
keselamatan
51. Cuci tangan
R : mengurangi transmisi mikroorganisme
52. Lakukan evaluasi teknik memandikan

Minggu, 20 Maret 2011

Tentang Dia


Tentang Dia

Sejak awal ke melihatnya aku tau dia orangnya
Sejak awal ku mengenalnya aku tau rasa ini takan hilang begitu saja
Dia bukan siapa-siapa, namun dia yang telah membuatku berubah
Dia benar membuat hidup ku berubah,
Dari pria kecil, menjadi pria yang dewasa
Dari seorang yang penakut menjadi orang yang lebih percaya pada dirinya

Dia adalah seorang yang telah membuat hidup ku berubah
Meski kini  jauh ku masih dapat menatapnya melihat dirinya
Walau hanya dari sebuah foto namun dia tetap membuatku dapat berubah
Setiap kali dia bersedih aku pun merasakan sedih taktau mengapa
Setiap kalia dia senang ku rasakan senang yang tergambar di dalam senyumannya

Dia wanita yang dulu pernah kukenal
Dan sampai sekarang kan terus ku kenang
Dia adalah dirimu, dan takan pernah berubah oleh waktu


Dirimu kan terus tergambar dalam benak ku meski jauh, dan apabila sempat kau baca catatan ku ini kau kan mengerti begitu aku merindu mu…..


By : Haris